flower capri…

sedang beLajar menuLis…

Ramadahan, malam kesepuluh August 9, 2011

Filed under: kesah hati,stase,Uncategorized — BeLajaR @ 8:34 pm

Telah 9 hari berlalu, tapi ku tak beranjak jauh.
Tak ada alasan bagi diriku, karena kini yang ada hanya aku.
Bila ku terus begini, inilah cerminan diriku…
Sungguh sangat ironi!!!

Tak pandai bersosialisasi, bahkan cenderung makin menarik diri.
Tak peduli dengan tanggal lain, kadang yang teringat hanya tanggalmu saja.
Ramadhan ini,,,
Sungguh sangat disayangkan jika akhirnya terlalu banyak sendiri.

Kembali tak ada gairah. Bingung dengan tujuan hidup.
Oh, ada apa denganku? Bukankah hidupku masih sangat berharga???
Setidaknya aku harus berusaha membayar mahal nikmat yang yang kuperoleh,
Mempersembahkan juga yang terbaik untuk kedua orang tua.

Ah,,, dilema apa ini. Sepi tanpamu.
Harus tetap maju atau bertahan, dengan atau tanpamu…

Melewati #jiwa, masuk #kulit.
Bukankah telah berjanji untuk lebih baik,,, demi jalan yang telah dipilih.
Semangat!!!
Tak cukup banyak alasan untuk melemahkan diri.

 

2 Responses to “Ramadahan, malam kesepuluh”

  1. Asop Says:

    Ramadahan? Kelebihan satu “a”. :)

  2. ayo bangun kak..!!! smangaaaaaatttt!!!
    Jalan mash panjang, yo meriahkan ramadan dengan ibadah :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.